Minggu, 19 September 2010

terkadang kita sebagai manusia mengalami hal hal yang tidak menyenamgkan dalam hidup.begitu juga apa yg sedang aku hadapi saat ini.perasaan takut,perasaan bosan,dan perasaan terbebani.aku seorang mahasiswa aku merupakan anak ketiga dari 3 bersaudara.dulu waktu aku kelas 2 sma aku sudah kehilang sosok ayah yg sangat aku sayangi.b eliau meninggal akibat penyakit komplikasi paru paru dan diabetes.sebagai anak yg paling kecil aku ingin sekali membahagiakan kedua orang tuaku.satu keinginan papaku yaitu beliau ingin melihat salah satu dari anaknya menjadi seorang perawat.awalnya aku ingin membahagiakan kedua ortuaku.karena dari kecil aku belum bisa memberikan kebahagiaan buat mereka.akhirnya aku ikut tes masuk penerimaan mahasiswa aku ikut dengan harapan aku bisa membuat bangga ortuku.dan tanpa disangka sangka aku lulus dan diterima di kampus tersebut.betapa bahagianya aku akhirnya doaku didengar oleh tuhan yg maha esa.seketika itu juga aku menangis mendengar berita bahwa aku diterima dikampus tersebut.pada tahun pertama aku kuliah aku senang karena aku mendapatkan seorang teman .dia bernama alfi maira.dia baik dan sampai sekarangpun aku masih mengingatnya.dia satu satunya teman dalam bangku kuliah pada saat itu.kemudian aku bertemu dengan duma dia juga sahabatku.aku merasa kasihan terhadapnya.dia kos dan merantau dari medan ke batam.dia orang yg tidak punya .di satu sisi aku bersukur kepada tuhan karena aku masih diberikan kesehatan orang tua yg masih bisa menguliahi aku.sementara duma dia harus bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk biaya kuliah.karena sibuk dengan pekerjaannya akhirnya dia banyak ketinggalan pelajaran.pada suatu hari masalah datang pada sahabatku duma.dia tidak bisa ikut ujian karena dia belum bisa melunasi uang semester.aku sidh karena dia tidak bisa ikut ujian sementara aku tidak punya uang untuk membantunya.disitulah aku lihat tidak adanya keadilan dan masih banyak lagi kejanggalan kejanggalan yg terjadi di kampusku.memang disetiap universitas selalu ada program beasiswa.tapi aku tidak setuju karena temanku duma tidak mendapatkan beasiswa padahal dia sangat membutuhkan biaya dan aku kira dia pantas mendapatkannya.tetapi kenapa yg dapat itu mahasiswa yg pintar tapi orangtuanya kaya raya.sementara dia karena gak punya biaya akhirnya dia harus menelan pahit karena tidak bisa mengikuti ujian.tapi aku salut padanya karena dia mau berusaha dia menemui dosen akademik agar mau mengijinkan dia untuk mengikuti ujian .begitu pahitnya hidup yg dia jalani selama aku mengenalya dia tidak pernah putus asa sedikitpun.aku kagum padanya walaupun dia tidak mampu unt7uk membeli makanan pada hari itu tapi dia diam saja.tidak mau mengeluh.kadang aku sering memperhatikannya dia sering melamun.aku tau bebannya begitu berat.sampai suatu ketika kejadian itu terjadi.hari itu hari yg tidap pernah aku sangka sangka temanku duma ketahuan mencuri makanan di warung dekat kampusku.betapa kaget dan terpukulnya aku mendengar kabar itu .aku tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi.setelah itu hubunganku dengannya agak renggang begitu juga dengan temanku alfi.beberapa hari ini aku menjauhinya entah karena alasan apa. pada akhirnya aku merasa bersalah karena telah menjauhinya.bukannya sebagai sahabat yg baik kita sebagai sahabatnya tidak boleh meninggalkannya sedikitpun apapun masalahnya.dan apakah kita sebagai sahabatnya harus menjauhinya karena kesalahannya bukannkah sebagai sahabat yg baik kita menemaninya ,menerima dia apa adanya .samapai akhirnya aku dan dia berhubungan baik lagi sebagai sahabat.diawal pertama kuliah aku masih bisa mengikuti pelajaran tapi dipertengahan kuliah aku mulai mendapatkan masalah.cobaan demi cobaan menghampiriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar